Friday, August 23, 2013

Seminar OSKM ITB 2013

               Pada tanggal 23 Agustus 2013, kami angkatan 2013 mendapatkan hadiah yang menyenangkan, yaitu seminar tentang kearifan lokal. Seminar ini dibagi menjadi 3 sesi:
1.      Seminar dengan Narasumber Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan
2.      Seminar dengan kelompok pecinta alam, Wanadri
3.      Seminar dengan Bu Tri Mumpuni
4.      Seminar dengan Riset Indie
Nah, langsung saja kita masuk ke inti seminar
A.     Mentri Perdagangan Gita Wirjawan
Pada pukul sekitar 14.21, Bapak Gita Wirjawan memberikan pidatonya di depan kurang lebih 3520 mahasiswa baru ITB 2013. Bapak Gita Wirjawan mengatakan, bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang mengerti akan kondisi masyarakatnya. Beliau juga mengatakan, bahwa kita tidak boleh cepat menyerah, karena “If you want it, you will get it”. Selain itu, untuk memajukan ekonomi bangsa, bukan berarti kita harus meninggalkan budaya kita. Justru sebaliknya, apabila kita memajukan budaya bangsa kita, maka perekonomian kita pun akan terus bangkit. Nah, pengembangan budaya kita pun disiapkan untuk menghadapi ME ASEAN, yang berarti perdagangan negara Indonesia dengan negara-negara Indonesia pun akan semakin lenggang syaratnya. Itu artinya, barang produk luar negri akan dengan bebasnya masuk ke Indonesia. Oleh sebab itulah, kita harus memajukan budaya bangsa, agar perekonomian kita semakin membaik.
B.     Wanadri
Setelah seminar oleh Bapak Gita Wirjawan, seminar dilanjutkan dengan menghadirkan narasumber Wanadri, yaitu kelompok pecinta alam tertua di Indonesia. Di sesi ini, Wanadri memberikan pengalaman-pengalaman mereka dalam melakukan ekspedisi, baik ke dalam negeri, maupun ke luar negeri. Kelompok pecinta alam ini juga berhasil membuat dan memasang patung Soekarno dan Hatta di beberapa gunung di pulau-pulau terdepan Indonesia. Wanadri mengajarkan kita semua mahasiswa baru ITB 2013 tentang pentingnya Nasionalisme.
C.     Bu Tri Mumpuni

Setelah seminar dengan Wanadri, acara dilanjutkan dengan seminar dari Bu Tri Mumpuni, yang berhasil mengusahakan listrik di 60 desa terpencil di selruh Indonesia. Bu Tri Mumpuni mengajarkan kepada kita bahwa apabila kita menggunakan logika dan empati kita, kita akan mempunyai akal sehat. Dengan akal sehat tersebut, kita pasti bisa memecahkan masalah tanpa menyelesaikan masalah.

D.     Riset Indie

Acara seminar terakhir dilanjutkan dengan seminar dari kepala CEO Riset Indie, lembaga yang melakukan berbagai penelitian di bidang teknologi, sosial, ekonomi, dan media. Seminar kali ini berisi kisah-kisah kepala CEO Riset Indie dalam mengembangkan penelitian dan usaha, seperti kamera Polaroid, Alinea, Angkotday, dll.


Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab kepada Wanadri, Riset Indie, dan kepada keduanya melalui twitter.

No comments:

Post a Comment