Rangkaian
OSKM hari ini diisi oleh seminar dengan pembicara orang-orang hebat. Mereka
adalah Pak Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan RI), Ibu Tri Mumpuni (Pemberdaya
listrik di daerah terpencil), Kak Maria Selena (Putri Indonesia 2011 yang juga
alumnus SBM ITB), dan kak Saska (Alumnus Teknik Elektro ITB) juga kakak-kakak
dari WANADRI.
Pertama dari
Pak Gita Wirjawan. Secara keseluruhan Pak Gita ingin memotivasi anak-anak baru
ITB agar lebih semangat dalam menggapai cita-citanya. Salah satu pernyataan
dari Pak Menteri yang paling saya ingat adalah kita dapat mencapai apa yang
kita cita-citakan sejauh mana kita menginginkannya. Pak Menteri juga
menyampaikan bahwa dengan SDA Indonesia yang sangat melimpah, seharusnya
Indonesia bisa sangat maju. Tapi itu harus ditunjang oleh SDM yang berkualitas
dan pemahaman yang baik dalam konsep teknologi. Indonesia juga membutuhkan
sosok pemimpin yang dapat menjawab permintaan rakyat. Dan kita sebagai MABA ITB
diharapkan dapat ikut berperan serta dalam mengemban amanah besar tersebut.
Pidato yang
kedua adalah dari Indra Hidayat, mahasiswa teknik mesin ITB yang juga anggota
WANADRI. Jadi WANADRI adalah Perhimpunan Penempuh
Rimba dan Pendaki Gunung, merupakan organisasi yang bergerak di kegiatan alam
bebas. Penyampaian dari Indra Hidayat ini lebih kepada memaparkan dan
membuka mata dan telinga kita bahwa Indonesia tidak hanya kekayaan alamnya saja
yang beragam tapi juga kultur dan penduduknya.
Yang ketiga adalah dari Ibu Tri
Mumpuni, seorang wanita perkasa yang telah dianugrahi Ashden Award 2012 atas
dedikasinya terhadap pemberdayaan listrik di daerah terpencil. Ibu Tri
menyampaikan bahwa salah satu permasalahan Indonesia saat ini adalah sistem
perekonomian yang tidak manusiawi. Sistem ekonomi saat ini hanyalah ladang
untuk mencari keuntungan pribadi tanpa memerdulikan kemanusiaan dan lingkungan.
Maka dari itu, menurut Ibu Tri, Indonesia memerlukan sosok pemimpin yang
berintegritas. Sosok pemimpin yang dapat berpikir logis dengan rasa. Jangan
banyak bicara, yang penting berusaha dan kerja keras untuk Indonesia yang lebih
baik. Dan Ibu Tri, mengakhiri pidatonya dengan mengajak seisi SABUGA
menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, karena kemerdekaan yang hakiki
adalah milik seluruh anak bangsa. Merdeka!!!
Yang terakhir adalah presentasi
dari kak Saska yang merupaka Alumnus ITB tentang project0project yang sedang ia
kembangan bersama kelompoknya. Yang pertama adalah sebuah project untuk
melestarikan keberadaan kamera polaroid yang saat ini eksistensinya sudah
tergerus oleh kamera digital yang lebih murah dan praktis. Walaupun hanya
berjalan 2,5 tahun tapi menurut saya ide tersebut sangatlah kreativ. Ada juga
project animatronik bernama ‘Alinea’, yaitu sebuah robot alien berbasis
animatronik yang biasa digunakan pada film-film Box Office. Project ini lebih
kepada menjamurkan demam animatronika di Indonesia yang pada saat ini belum
ada. Padahal dengan SDM yang dimiliki Indonesia saat ini, membuat sebuah
animatronika sangatlah mungkin. Yang terakhir adalah Angkot Day. Yaitu hari
dimana semua warga Bandung akan beraktivitas dengan transportasi umum yaitu
angkot. Jadi pada hari itu, tepatnya 20 September 2013, naik angkot jurusan
KALAPA-DAGO akan aman, tertib dan gratisss. Hal ini bertujuan untuk menyajikan
salah satu solusi atas masalah kemacetan yang terjadi di kota Bandung. Kita
semua tahu bahwa salah satu penyebab kemacetan adalah banyaknya warga Bandung
yang memakai kendaraan pribadi dalam beraktivitas. Jadi pada Angkot Day semua
warga Bandung diharapkan dapat berpartisipasi dan pada akhir kegittannya akan
diminta semacam testimonial. Jika respon dari warga Bandung positif, maka dapat
menjadi pertimbangan bagi Pemkot Kota Bandung khususnya Dinas Perhubungan Kota
Bandung.
No comments:
Post a Comment