Nama : Silmi Nur'Asni Yulianti
NIM : 16013076
Fakultas : FMIPA
Pola Pikir K3 (Kritis, Kreatif, Konstruktif)
Sebelumnya, tahun 2013 adalah tahun yang bersejarah bagi kami. Karena pada tahun ini, kami telah menjadi mahasiswa baru di institut terbaik di Indonesia yaitu Institut Teknologi Bandung. Kami harus mengubah dan menghilangkan sikap kurang baik pada saat menjadi siswa. Agar menjadi mahasiswa yang baik dan berkualitas, kami harus memiliki sikap dan pola pikir yang sepatutnya dimiliki oleh mahasiswa, yaitu kritis, kreatif, dan konstruktif.
·
Kritis
|
kritis
|
[a] (1) bersifat tidak lekas percaya; (2) bersifat selalu
berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan; (3) tajam dl penganalisisan
|
Berpikir kritis ditandai dengan menanggapi dan memberikan komentar terhadap sesuatu dengan penuh pertimbangan, serta mempertanyakan banyak hal sebelum menerima suatu pernyataan.
Inti dari berpikir kritis adalah tidak begitu saja menerima
atau menolak sesuatu serta tidak begitu saja menerima apa adanya.
·
Kreatif
|
kreatif
|
kre.a.tif
[a] (1) memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; (2) bersifat (mengandung) daya cipta: pekerjaan yg -- menghendaki kecerdasan dan imajinasi |
Kreatif bisa dikatakan sebagai pola pemikiran out of the box. Kreatif adalah suatu kemampuan berpikir ataupun melakukan tindakan yang bertujuan untuk mencari pemecahan sebuah kondisi ataupun permasalahan secara cerdas, tidak bersifat umum, serta membawa hasil yang tepat dan bermanfaat. orang yang kreatif akan menemukan banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan suatu masalah, ataupun menemukan cara yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh orang lain.
·
Konstruktif
|
konstruktif
|
kon.struk.tif
[a] (1) bersangkutan dng konstruksi; (2) ki bersifat membina, memperbaiki, membangun, dsb: kritiknya sangat -- |
Konstruktif secara umum artinya membangun. Dalam hal ini, pola
pikir konstruktif adalah pola pikir seseorang dalam menyelesaikan masalah
dengan memaksimalkan semua hal yang ada. Solusi yang diterapkan haruslah
solusi yang sifatnya membangun, setidaknya solusi tersebut membawa ke perubahan
yang lebih baik bukannya malah menimbulkan masalah baru, sehingga masyarakat
benar-benar merasakan dampak positifnya.
Ketiga pola pikir tersebut saling berkaitan satu sama lain dan tidak
dapat dipisahkan. Kita tidak dapat memilih salah satu diantara ketiganya.
Setiap mahasiswa wajib memiliki ketiga pola pikir tersebut dan menerapkannya di
dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kehadiran mahasiswa di lingkungan
sekitar dapat membawa perubahan yang lebih baik lagi demi kemajuan Negara Indonesia.

No comments:
Post a Comment