Sunday, August 25, 2013

Resume Materi OSKM 2013 (by Denny 16713145)



Nama: Denny
NIM: 16713145
Fakultas: FTI
Pada hari Sabtu, 24 Agustus 2013, kegiatan OSKM berlangsung sebagai hari terakhir. Kegiatan OSKM tersebut diisi oleh banyak materi sebagai bekal kuliah. Penyampaian materi tersebut bisa dibagi menjadi 7 sesi.
·         Sesi 1: Visi hidup
Sesi pertama ini dibuka dengan mentoring agama. Di dalam mentoring agama ini, kami diajarkan materi mengenai visi hidup. Ternyata, visi hidup itu sangat penting dan visi hidup yang kita miliki harus memenuhi kriteria SMART (Specific, Measureable, Action-oriented, Realistic, Time Bound). Selain itu, visi hidup kita juga harus memenuhi 2 persyaratan, yaitu harus berketuhanan dan mengutamakan kebebasan substansial. Maksudnya adalah kita harus menetapkan visi yang mengedepankan asas rohani dan berpusat pada Tuhan karena kita berasal dari Tuhan dan akan kembali ke Tuhan. Kemudian, maksud dari kebebasan substansial adalah visi dengan kebebasan yang bertanggungjawab dan tidak merugikan orang lain.
·         Sesi 2: Kolaborasi
Kolaborasi dalam penyelesaian suatu masalah adalah hal yang sangat penting. Oleh karena itu, mahasiswa ITB hendaknya dapat melakukan kolaborasi dengan seluruh masyarakat kampus agar dapat menghasilkan suatu karya yang besar. Di dalam kolaborasi, terdapat dua pendekatan yang harus dilakukan untuk melakukan kolaborasi, yaitu:
·         Pendekatan secara personal:
o   Win-win Solution: Pendekatan di mana dalam berkolaborasi tidak ada yang kalah. Kolaborasi ini akan menghasilkan ide baru yang merupakan gabungan ide dari kedua belah pihak. Pendekatan ini akan sangat sulit untuk dilakukan.
o   Win-loss Solution: Pendekatan di mana dalam berkolaborasi terdapat satu pihak yang menang dan pihak lain kalah. Contohnya adalah ketika kita mengikuti SNMPTN atau SBMPTN untuk masuk ke ITB. Di dalam seleksi masuk tersebut pasti akan ada yang berhasil masuk dan ada yang gagal.
o   Loss-loss Solution: Pendekatan di mana ide kedua belah pihak tidak ada yang menang sehingga memerlukan pihak ketiga dalam penyelesaiannya. Misalnya kasus Julia Perez dan Dewi Perssik yang mengakibatkan keduanya tidak ada yang menang dan keduanya masuk ke penjara.
·         Pendekatan secara organisasi:
o   Bargaining Approach: Pendekatan di mana kedua organisasi harus tawar-menawar kepentingan masing-masing karena sumber daya yang terbatas.
o   Birocratic Approach: Pendekatan di mana antara kedua organisasi tidak dapat menyelesaikan masalahnya sehingga memerlukan pihak atas untuk menyelesaikan masalah tersebut.
o   System Approach: Pendekatan yang terjadi apabila permasalahan tidak dapat diselesaikan oleh kedua belah pihak dan pihak atas tidak dipercaya untuk menyelesaikan masalahnya lagi sehingga dibutuhkan dua langkah, yaitu:
§  Mengeliminasi tujuan yang berbeda dengan tujuan utamanya.
§  Mengurangi saling ketergantungan (memecah tujuan yang sama antara dua lembaga sehingga kedua lembaga tidak mengalami bentrok kepentingan).
Di dalam kolaborasi juga biasanya terdapat hambatan, yaitu:
·         Keahlian
·         Waktu
·         Biaya
·         Kompetisi

·         Sesi 3: Cinta Tanah Air
Seorang mahasiswa ITB harus dapat mencintai tanah air. Ada empat hal penting yang diperlukan untuk mencintai tanah air, yaitu:
·         Identitas Bangsa, seperti lagu kebangsaan, bendera Negara, dan lain sebagainya.
·         Wujud Cinta tanah air, seperti pengabdian kepada masyarakat.
·         Realitas bangsa: menghargai dan tetap mencinta bangsa walaupun bangsa kita memiliki banyak kekurangan dan tidak menjelek-jelekannya, tetapi disadari untuk melakukan perubahan.
·         Punya visi kebangsaan: memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi.

·         Sesi 4: PoPoPe (Posisi, Potensi, dan Peran Mahasiswa)
Mahasiswa ITB harus mengetahui posisi, potensi, dan perannya dalam mengembangkan diri dan mengabdi kepada masyarakat. Posisi, potensi, dan peran tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
·         Posisi:
Posisi masyarakat dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
·         Masyarakat ekonomi (materialistik)
·         Masyarakat politik (berambisi meraih jabatan)
·         Masyarakat sipil (berambisi untuk tujuan mulia)
Di dalam ketiga posisi tersebut, mahasiswa memiliki posisi sebagai masyarakat sipil terpelajar karena mahasiswa cenderung banyak melakukan pergerakan yang didasarkan atas ilmu yang dipelajarinya untuk tujuan pengabdian kepada masyarakat.
·         Potensi:
Ada beberapa potensi yang dimiliki oleh seorang mahasiswa, antara lain: idealis, independen, networking, kritis, kreatif, multidisiplin ilmu, dan enerjik atau semangat.
·         Peran:
Mahasiswa memiliki peranan sebagai berikut:
·         Agent of change: agen perubahan di dalam masyarakat menuju masayarakat yang lebih baik lagi.
·         Guardian of value: sebagai pelindung nilai-nilai yang ada dan hidup di dalam masyarakat.
·         Iron Stock: sebagai “cadangan besi” yang dapat menggantikan para pemimpin-pemimpin yang sekarang sudah tua atau “berkarat”.
·         Role model: sebagai model yang memiliki peranan.
·         Sesi 5: Tri Dharma Perguruan Tinggi
Sebagai suatu institusi pendidikan, perguruan tinggi hendaknya memiliki visi misi, tidak terkecuali ITB sebagai kampus terbaik bangsa. Visi misi tersebut terangkum dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi:
·         Pendidikan dan pengajaran: merupakan bekal dasar yang harus diberikan kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri dan mengabdikan kepada masyarakat.
·         Penelitian dan pengembangan: Ilmu-ilmu yang telah diperoleh mahasiswa harus diteliti dan dikembangkan agar ilmunya semakin bertambah.
·         Pengabdian masyarakat: setelah bekal ilmu diperoleh dan dikembangkan, ilmu-ilmu tersesebut harus diterapkan dan diamalkan dalam kehidupan masyarakat untuk mengabdi dan menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.

·         Sesi 6: Budaya Kampus ITB
Budaya kampus ITB adalah segala sesuatu yang menjadi tradisi dalam kampus tersebut. Budaya kampus ITB antara lain: peduli lingkungan, integritas akademik, diskusi, apresiasi, wawasan kebangsaan, inovasi, kewirausahaan, dekat dengan masyarakat, dekat dengan alam, mau menjadi pemimpin, dan kebudayaan menulis.

·         Sesi 7: Urgensi Kemahasiswaan
Di tengah kehidupan yang sedang kacau ini, mahasiswa sebagai penggerak utama memiliki urgensi kemahasiswaan. Urgensi kemahasiswaan tersebut harus benar-benar dengan segera dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat. Di dalam urgensi kemahasiswaan tersebut, mahasiswa harus banyak terlibat dalam organisasi untuk mengembangkan diri dan kemudian mengabdikan diri kepada masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa harus terlebih dahulu mengenal falsafah organisasi kemahasiswaan. Falsafah organisasi kemahasiswaan adalah menjadi manusia susila dan demokrat. Kemudian, setelah itu, mahasiswa juga mengikuti berbagai organisasi yang ada tanpa melupakan kewajiban utamanya yaitu belajar. Setelah mahasiswa mengikuti organisasi, kegiatan, dan belajar, maka diri mahasiswa akan berkembang dan kemudian dapat mengabdikan diri kepada masyarakat untuk satu tujuan, yaitu: menciptakan tatanan masyarakat yang lebih baik.
Di dalam ITB, terdapat banyak organisasi yang dapat diikuti oleh mahasiswa, sperti KM-ITB, unit-unit, dan lain sebagainya. Di dalam KM-ITB sendiri dapat terbagi menjadi beberapa bagian seperti Konggres, Kabinet, MWAWM (Majelis Wali Amanat Wakil Mahasiswa), MWA, Tim beasiswa dan lain sebagainya.
Di dalam pengabdiannya kepada masyarakat, mahasiswa dapat melakukan pergerakan. Pergerakan tersebut dibagi menjadi dua yaitu pergerakan vertical (pergerakan dengan berhubungan ke pihak atas) dan pergerakan horizontal (pergerakan dengan berhubungan langsung kepada masyarakat).
Begitulah hal-hal yang harus diperhatikan oleh seorang mahasiswa ITB dalam menjalani kuliah. Apapun yang kita lakukan, lakukanlah demi perubahan dalam masyarakat! Untuk Indonesia!

Resume Materi Hari Terakhir OSKM ITB 2013 (Bennedictus Bagustantyo 19913061)


1.       Hakikat dan Visi Hidup Berdasarkan Ke-Tuhanan
Hakikat hidup merupakan cara seseorang memandang dirinya sendiri. Sedangkan visi merupakan suatu pandangan ke depan tentang apa yang mau kita capai. Visi haruslah bersifat spesifik, dapat terukur, dapat tercapai, realistis, dan memiliki tenggat waktu. Tidak hanya itu, ada suatu dasar yang tidak boleh dilupakan dalam memiliki visi, yaitu visi kita haruslah berdasarkan asas ke-Tuhanan. Yakni, apa pun yang kita lakukan semua dipersembahkan kepada Tuhan. Mengapa? Karena kita merupakan makhluk ciptaan Tuhan dan suatu saat akan kembali untuk menghadap-Nya.
Kebebasan substansial merupakan kebebasan yang memiliki tanggung jawab, tidak  mengganggu hak orang lain, dan tidak melanggar  kearifan lokal.

2.       Kolaborasi
Kolaborasi merupakan kerja sama untuk mencapai tujuan  bersama. Hal ini diakibatkan karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan untuk melengkapi satu sama lain. Meskipun demikian, dalam kolaborasi tidak semua hal akan berjalan mulus sebagaimana dengan mestinya. Pada suatu titik,  maka kan timbul beragam konflik dalam melaksanakannya. Untuk melesaikan masalah dalam kolaborasi (manajemen konflik) ada beberapa cara, antara lain:
a.       Secara personal :
                                                               i.      win-win : merupakan pendekatan dengan hasil yang paling baik namun sulit dicapai karena kedua pihak menang dan mendapatkan apa yang diinginkan
                                                             ii.      Win-lose : Merupakan pendekatan yang sering terjadi pada kompetisi dimana salah satu kalah, dan satunya lagi akan menang. Hal ini dikarenakan kekuatan lebih besar yang dimiliki oleh pihak yang menang
                                                            iii.      Lose-lose : Pendekatan dimana ada pihak ketiga yang membantu menyelesaikan masalah dan akhirnya kedua belah pihak mengalami kerugian.
b.      Dalam organisasi :
                                                               i.      Bargaining approach : tawar menawar terhadap keadaan, dengan catatan bahwa terdapat sumber daya yang terbatas. Karenanya, kedua pihak alam menghilangkan hal yang tidak penting agar tercapai kesepakatan.
                                                             ii.      Birocrativ approach : Bila tidak tercapai kesepakatan, keputusan dikembalikan pada pemangku jabatan  (birokrat)
                                                            iii.      System approach : Hal ini dilakukan bila birokrat tidak lagi dipercaya, sehingga harus menghilangkan saling ketergantungan
Semua konflik tadi dikarenakan ada hambatan berupa perbedaan pendapat, waktu, dan biaya.

3.       Cinta Tanah Air
1.                   Identitas bangsa : Untuk mencintai, harus mengenal dahulu identitas bangsa Indonesia (Negara maritim, bendera merah-putih, dan sebagainya yang erhubungan dengan ciri khas bangsa)
2.                   Wujud cinta : Dapat berwujud nyata seperti pengabdian kepada masyarakat ataupun tidak langsung.
3.                   Realitas bangsa : Mengetahui realitas bangsa tidak hanya yang buruk, tetapi juga yang
4.                   Visi Berkebangsaan : Visi yang dimiliki harus dapat memajukan bangsa kta
                 
4.       Urgensi Kemahasiswaan
Budaya kampus merupakan segala sesuatu yang sudah menjadi tradisi dalam suatu kampus. Di ITB terdapat 11 budaya kampus yaitu: Peduli lingkungan, integritas akademik, diskusi, apresiasi, wawasan kebangsaan, inovasi, kewirausahaan, dekat dengan masyarakat, dekat dengan alam, mau jadi pemimpin, dan budaya menulis.
Terdapat tridarma perguruan tinggi yaitu:
1.       Pendidikan dan pengajaran
2.       Penelitian dan pengembangan
3.       Pengabdian masyarakat
Posisi mahasiswa adalah sebagai masyarakat sipil yang terpelajar. Selain masyarakat sipil, terdapat masyarakat politik dan ekonomi.
Potensi mahasiswa adalah idealis, independen, networking (relasi), kritis, kreatif, multidisiplin ilmu, dan memiliki daya juang yang tinggi.
Peran mahasiswa antara lain:
1.       Agent of change (Agen perubahan)
2.       Guardian of value (Penjaga nilai-nilai,  norma, dan kearifan local pada masyarakat)
3.       Iron Stock (Dianalogikan sebagai stok besi. Yaitu besi dapat ditempa seperti halnya mahasiswa yang harus menempa diri dengan belajar. Lalu,  besi dapat berkarat yang berarti bahwa mahasiswa berperan untuk menggantikan generasi yang sudah tua)
4.       Role Model (Panutan dan contoh pada masyarakat)
Ada  2 arah gerakan kemahasiswaan:
1.       Horizontal: Pengabdian masyarakat

2.       Vertikal: Melawan para pemangku jabatan

resume 24 agustus by randyka septa nugraha

1. mentoring agama
Untuk menekankan bahwa kita harus memikirkan kalau tujuan hidup kita harus berdasarkan Ketuhanan kepada Allah.

2. kolaborasi

Jenis-jenis pendekatan dalam manajemn konflik
a.Secara personal :
                i. win-win : merupakan pendekatan dengan hasil yang paling baik namun sulit dicapai karena
                                    kedua pihak menang dan mendapatkan apa yang diinginkan
                ii. Win-lose : Merupakan pendekatan yang sering terjadi pada kompetisi dimana salah satu
                                      kalah
                iii. Lose-lose : Pendekatan dimana ada pihak ketiga yang membantu menyelesaikan masalah dan
                                        akhirnya kedua belah pihak mengalami kerugian. Misalnya contoh konflik antara
                                        Dewi Persik vs Julia Perez dimana keduanya akhirnya dipenjara.
b.Dalam organisasi :
                i. Bargaining approach : tawar menawar antar dua pihak dengan menghilangkan hal yang
                                                          tidak penting agar tercapai kesepakatan.
                ii.Pendekatan birokratik : Bila tidak tercapai kesepakatan, keputusan kembali pada pemimpin.
                iii. System approach : Mengeliminasi perbedaan tujuan yang tidak mendukung tujuan awal dari

                                                         organisasi

3.Posisi mahasiswan adalah : “Masyarakat sipil yang terpelajar”
Potensi yang dimiliki mahasiswa meliputi :
1.       -Idealis
2.       -Independen
3.       -Networking
4.       -Kritis
5.       -Kreatif
6.       -Multidisiplin ilmu
7.       -Daya juang tinggi / semangat
Peran Mahasiwa adalah :
1.       Agent of Change
2.       Guardian of Value
3.       Iron Stock
4.       Role Model

4. tradisi dan budaya kampus
1.peduli lingkungan
2.integrasi akademik
3.diskusi
4.apresiasi
5.kebangsaan
6.inovasi
7.kewirausahaan
8.dekat dengan masyarakat
9.dekat dengan alam
10.mau jadi pemimpin
11.budaya menulis 

Permasalahan di Sekitar Gasibu, Penyebab, Dampak dan Solusi

Pada hari sabtu, 24/8/2013, kami kelompok 76 diajak melakukan observasi di daerah gasibu. Permasalahan yang kami temukan adalah masalah sampah, seperti dalam foto berikut
















Penyebab:

  • Kurangnya tempat sampah
  • PKL memenuhi jalan
Dampak:
  • Ketidaknyamanan bagi pejalan kaki
  • Makanan bisa menjadi tidak higienis
  • Kesehatan menurun
Solusi:
  • Sediakan tempat sampah
  • Buat area khusus PKL agar lingkungan menjadi teratur

Sekian solusi yang sementara ini dapat kami berikan :)

Resume Materi 24 Agustus 2013

        Pada tanggal 24 Agustus 2013, kami anggota kelompok 76 beserta kelompok lainnya mendapatkan materi yang sangat berkualitas. Materi-Materi tersebut adalah:
A. Visi Berlandaskan Ketuhanan
B. Materi Kolaborasi
C. Cinta Tanah Air
D. Organisasi Kemahasiswaan

A. Visi Berlandaskan Ketuhanan

        Seperti yang kita tahu, kita tidak bisa hidup dengan sendirinya. Dunia ini bukan sulap yang bisa memunculkan dan menghilangkan sesuatu. Segala sesuatu di dunia ini tentu memiliki pencipta, dan pencipta kita adalah Allah SWT. Kita mungkin pernah bertanya, "apakah tujuan kita hidup di dunia ini? mengapa kita yang diciptakan dan bukan orang lain?" kira-kira seperti itulah pertanyaan yang dapat terbesit di kepala kita. Nah, agar hidup kita memiliki tujuan, dan bukan hanya kekosongan belaka, maka kita harus memiliki visi hidup yang berlandaskan ketuhanan. Kita pun akan kembali ke Rahmatullah, jadi visi berlandaskan ketuhanan harus kita terapkan

B. Materi Kolaborasi

        Materi tentang kolaborasi yang kami terima dibagi menjadi 2 kategori, yaitu pendekatan masalah dan hambatan dalam kolaborasi

B. I.        Pendekatan masalah masih dibagi menjadi 2 kategori, yaitu Individu dan Kelompok.

1. Individu
      Penyelesaian masalah secara individu ada 3 cara, yaitu Win-Win Solution, Win-Lose Solution, dan Lose-Lose Solution. Win-Win Solution adalah solusi dimana kedua belah pihak yang sedang bersengketa berunding sehingga kedua-duanya menang. Solusi ini sangat dianjurkan kepada kelompok yang sedang bersengketa, namun sangat sulit untuk merealisasikan solusi ini. Win-Lose solution adalah solusi dimana salah satu pihak menang dan pihak yang lain kalah. Basanya, solusi ini terjadi pada sistem kompetisi dan lomba. Lose-Lose solution adalah solusi dimana kedua belah pihak tidak ada yang menang dikarenakan ada pihak ketiga yang mendamaikan atau menyelesaikan keduanya. Pihak ketiga ini juga terkadang mengambil keuntungan dari sengketa pihak yang bersengketa.

2. Kelompok
        Penyelesaian masalah secara kelompok dibagi menjadi 3 bagian juga, yaitu bargaining approach, bureaucratic approach, dan system approach. Bargaining approach adalah pendekatan yang terjadi dengan tawar menawar dengan keadaan dikarenakan keterbatasan sumber daya. Misalnya ada antrian sembako, dan yang mengantri ada anak muda, dan lansia. Dikarenakan lansia memiliki fisik yang lemah dibanding anak muda, maka pihak panitia mendahulukan lansia daripada orang muda. Bureaucratic approach adalah pendekatan yang terjadi apabila bargaining approach gagal. Misalnya ada dua divisi bawahan di sebuah lembaga. Kedua divisi itu memiliki masalah yang tidak dapat diselesaikan, maka atasan mereka akan membuat keputusan atas masalah kedua divisi tersebut. System approach terjadi bila kedua pendekatan sebelumnya tidak berhasil, yaitu dengan menyerahkan permasalahan ke sistem yang berlaku di lembaga tersebut. Hal ini bisa terjadi bila bawahan tidak mau lagi diperintah oleh atasan. Contoh dari system approach adalah mengeliminasi perbedaan tujuan, dan mengurangi ketergantungan divisi.

B. II.      Hambatan

        Disetiap kolaborasi tentu saja terdapat hambatan. Hambatan tersebut dapat berupa keahlian, waktu, biaya, dan kompetisi. Keahlian dijadikan suatu hambatan karena dalam suatu proyek yang membutuhkan kolaborasi, proyek tersebut akan membutuhkan keahlian yang berbeda-beda. Mencari orang dengan keahlian yang dibutuhkan dan visi yang sama bisa menjadi hambatan. Lalu waktu pun bisa menjadi hambatan. Mengapa? karena setiap orang terkadang memiliki urusan masing-masing yang bisa jadi lebih penting dari proyek tersebut. Menyesuaikan waktu bisa jadi sangat sulit, sehingga menghambat progress proyek tersebut. Lalu hal yang menjadi hambatan terbesar adalah biaya. Tidak sedikit pengusaha yang bangkrut dikarenakan masalah biaya, tidak sedikit pula proyek penmas yang terhenti dikarenakan kendala biaya. oleh sebab itu, masalah biaya adalah masalah yang tidak boleh diremehkan. Terakhir adalah hambatan dikarenakan kompetisi dalam satu tim. Istilahnya bisa menjadi musuh dalam selimut, karena kedoknya bekerjasama dengan kita, namun niatnya menggerogoti kerjasama tim.

C. Cinta Tanah Air

        Sebagai warga negara Indonesia yang baik kita harus memiliki rasa cinta tanah air. Cinta tanah air itu bisa diwujudkan dalam bentuk:
  • Identitas Bangsa
  • Perwujudan
  • Realitas Bangsa
  • Visi Berkebangsaan
C. I.     Identitas Bangsa
       Kita sebagai warga negara indonesia seharusnya mengenali hal yang menjadi identitas bangsa kita. Dalam hal ini, identitas bangsa kita adalah bendera merah putih, burung garuda, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan hal-hal lain yang hanya kita yang memiliki. Apabila kita tidak mengenali identitas bangsa kita, kita tidak bisa menyebut diri kita cinta tanah air.

C. II.    Perwujudan Cinta Tanah Air
           Setelah kita mengenal identitas bangsa kita sendiri, saatnya mewujudkan rasa cinta tanah air kita. Kita bisa memulai dengan hal-hal kecil seperti hormat ketika mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya, Berinteraksi dengan masyarakat sekitar kita, dan mulai menyusun rencana akan jadi apa kita untuk bangsa ini.

C. III.   Realitas Bangsa
           Tidak ketinggalan, kita pun harus mengetahui kondisi atau realitas bangsa ini. Misalkan terjadi banyak korupsi, inflasi, pencurian, kriminal, dll. Namun hal itu jangan menjadi alasan kita untuk menjelek-jelekkan bangsa. Justru jadikanlah realitas bangsa untuk mengobarkan api semangat yang ada di dada kita. Biarkan api itu menyala dan memberikan visi untuk memajukan bangsa ini.

C. IV.   Visi Berkebangsaan
       Layaknya para pejuang kemerdekaan yang berjuang mati-matian demi satu visi yaitu Indonesia merdeka, kita pun harus memiliki visi berkebangsaan, atau patriotisme, atau juga nasionalisme. Jangan sampai kemerdekaan yang susah payah direbut para pahlawan kita menjadi sia-sia karena terjajah oleh budaya bangsa lain. HIDUP BUDAYA INDONESIA!

           Nah, diatas sudah dijelaskan 4 hal mengenai cinta tanah air. Selanjutnya, kita harus mengenal diri kita. Kita harus mengetahui posisi, potensi, dan peran kita sebagai mahasiswa.
  • Posisi masyarakat itu ada 3, yaitu Masyarakat Ekonomi (Masyarakat yang berkecimpung untuk mendapatkan kekayaan untuk pribadi), Masyarakat Politik (Masyarakat yang berkecimpung di dunia politik), dan Masyarakat Sipil (Masyarakat yang mengabdikan diri pada masyarakat sekitarnya). Posisi mahasiswa disini adalah sebagai Masyarakat Sipil Terpelajar (dikarenakan mahasiswa mengikuti hati nuraninya untuk bekerja membantu masyarakat, dan merupakan posisi tertinggi dari pelajar.)
  • Potensi Mahasiswa ada 7, yaitu idealis, independen, networking, kritis, kreatif, multi disiplin ilmu, dan energetic.
  • Peran Mahasiswa ada 4, yaitu agent of change yang membawa perubahan bangsa ini, guardian of value yang menjaga moralitas dan nilai-nilai bangsa ini, iron stock sebagai penerus bangsa Indonesia menggantikan generasi tua, dan role model sebagai panutan terhadap bangsa kita.
D. Organisasi Kemahasiswaan

        Terdapat filsafah tentang kemahasiswaan yang dicetuskan oleh Moch Hatta, yaitu "Untuk membentuk masyarakat yang susila dan demokrat". Sebagai awal materi organisasi, ada yang disebut dengan pergerakan kemahasiswaan. Pergerakan kemahasiswaan dibagi menjadi 2 kategori, yaitu vertikal dan horizontal.
Pergerakan Vertikal: yaitu pergerakan kemahasiswaan yang ditujukan kepada para petinggi, seperti direktorat, DPR, Pemerintah, dsb.
Pergerakan Horizontal: yaitu pergerakan kemahasiswaan yang ditujukan kepada masyarakat sekitar untuk membantu menyelesaikan permasalahan di sekitar

D.I.       Tri Dharma Perguruan Tinggi
  • Pendidikan dan Pengajaran
  • Penelitian dan Pengembangan
  • Pengabdian Masyarakat
D.II.      Budaya Kampus
  • Peduli Lingkungan
  • Integritas Akademik
  • Diskusi
  • Appresiasi
  • Wawasan Berkebangsaan
  • Inovasi
  • Kewirausahaan
  • Dekat dengan masyarakat
  • Dekat dengan alam
  • Mau jadi pemimpin
  • Budaya menulis

Resume 24 Agustus 2013

  • hakekat dan visi kehidupan berdasarkan ketuhanan
    pada intinya, segala sesuatu yang kita lakukan memiliki tujuan akhir untuk Tuhan.

  • kolaborasi
    yaitu setiap individu bergabung untuk bekerjasama dengan tujuan yang sama. point penting dalam kolaborasi adalah
    • terjadinya kerjasama tanpa ada paksaan
    • team building
    • sejarah pergerakan kolaborasi

      ada juga hal yang menghambat kolaborasi, yaitu
    • keahlian yang berbeda
    • membutuhkan waktu yang tidak singkat
    • biaya
    • kompetisi
  • urgensi kemahasiswaan 
    • Popope
      • posisi
        kita harus tau posisi kita dalam masyarakat yaitu mahasiswa harus menjadi masyarakat sipil yang terpelajar
      • potensi
        terdiri dari:
        • idependet, idealis
        • networking
        • kreatif, kritis
        • multidisiplin
        • daya juang
      • peran
        • pembawa perubahan
        • penjaga nilai yang ada
        • iron stock
      • Tri darma mahasiswa
        • pendidikan dan pengajaran
        • penelitian dan pengembangan
        • pengabdian masyarakat
    • tradisi dan budaya kampus
      • peduli lingkungan
      • integrasi akademik 
      • diskusi
      • apresiasi
      • kebangsaan 
      • inovasi
      • kewirausahaan
      • dekat dengan masyarakat
      • dekat dengan alam
      • mau jadi pemimpin
      • budaya menulis

  • Cinta tanah Air
    Untuk mencintai tanah air kita harus tahu dahulu identitas bangsa kita (bendera, lagu kebangsaan, dll). setelah itu kita harus tahu realita yang ada di bangsa kita ini, sehingga kita dapat menentukan dan mewujudkan visi dan misi kita yang dapat mengangkat martabat bangsa kita.

oleh: Aziz Setiadi (16813111)




RESUME MATERI OSKM 2013 by Rinaldy Japutra

Materi Kolaborasi
1.Pendekatan Masalah dengan cara saling mendengar dibagi menjadi 3 yaitu :
   - Win-win solution dimana pendekatan masalah ini sangat bagus tetapi sangat susah dijalankan karena  
      kedua pihak terdapat ide yang banyak
   -Win-lose solution merupakan pendekatan masalah dimana terdapat satu yang menang dan satu yang 
     kalah. solusi ini dinamakan kompetensi
   -Lose-lose solution merupakan pendekatan masalah oleh pihak ketiga dimana keduanya sama-sama
     kalah. Contohnya adalah Pengadilan.
2.Penyelasian Konflik merupakan penyelesaian oleh banyak orang (organisasi) dibedakan menjadi 3
   yaitu:
   - Bergaining solution merupakan solusi dengan tawar menawar keadaan sekitar.
   - Birocratic solution merupakan solusi permasalahan, dimana masalah tersebut ditujukan ke pemimpin
     untuk menyelesaikannya. 
   -System Approach merupakan solusi kembali ke tujuan awal dengan mengeliminasi perbedaan tujuan
     dan mengurangu saling ketergantungan.
3. Hambatan-hambatan kolaborasi yaitu :
   -beda keahlian
   -waktu kompetisi
   -biaya

Materi Cinta Tanah Air
Identitas Bangsa merupakan segala sesuatu yang menjadi ciri khas Bangsa kita. Dengan melestarikan Budaya bangsa kita, makan kita telah mencintai tanah air kita sendiri.
Cara-cara mencintai tanah air kita yaitu:
-memanfaatkan K3 yaitu Kreatif,Kritis,dan konstruktif dalam melakukan segala hal.
-memakai produk dalam negeri.
-menjunjung tinggi kebudayaan bangsa kita.
-realitas cinta tanah air.
-mengetahui seluk beluk dan menghargai negara kita.

Visi berkebangsaan : Mengharumkan kembali dan membanggakan negara Indonesia diseluruh dunia.


Falsafah Kemahasiswaan
falsafah kemahasiswaan dibedakan menjadi 3 yaitu:
- masyarakat ekonomi = masyarakat yang bersifat matrealistis
- masyarakat sipil = masyarakat yang paling mulia, tanpa mengharapkan sesuatu. Mahasiswa merupakan
                               masyarakat sipil yang terpelajar.
- masyarakat politik= masyarakat yang lebih mengutamakan kekuasaan.

Potensi mahasiswa yaitu:
1.idealis
2.independen
3.networking
4.kreatif
5.kritis
6.semangat
7. disiplin ilmu
Dengan adanya potensi mahasiswa maka kia sebagai mahasiswa dapat mengenali jati diri kita sendiri dalam berdisiplin dan melakukan sesuatu.

Tridarma Perguruan Tinggi
1.Pendidikan dan pengajaran
2.Penelitian dan pengembangan
3.Pengabdian Masyarakat

Disini kita juga belajar budaya kampus, didalam kampus kita harus melestarikan semua yang telah ada dan tidak boleh dihilangkan, yaitu:
-peduli lingkungan
-integritas akademik
-diskusi
-apresiasi
-wawasan kebangsaan
-inovasi
-kewirausahaan
-pendekatan alam
-pendekatan masyarakat
-jiwa pemimpin
-budaya penulis

Saya sebagai Mahasiswa Baru ITB 2013 sangat mendukung dilaksananya OSKM 2013, dengan adanya OSKM 2013 kita sebagai anak bangsa yang terpelajar dapat mengetahui jati diri kita sendiri.
Terima kasih.      

Saturday, August 24, 2013


RESUME MATERI OSKM 2013
Kevin Sukaria (16913234)
FTMD 2013

HAKIKAT dan VISI HIDUP yang BERLANDASKAN KETUHANAN
  1. Visi Hidup
  2. Misi Hidup
  3. Ketuhanan
  4. Kebebasan substansial

MATERI KOLABORASI
Jenis-jenis pendekatan dalam manajemn konflik
a.Secara personal :
                i. win-win : merupakan pendekatan dengan hasil yang paling baik namun sulit dicapai karena
                                    kedua pihak menang dan mendapatkan apa yang diinginkan
                ii. Win-lose : Merupakan pendekatan yang sering terjadi pada kompetisi dimana salah satu
                                      kalah
                iii. Lose-lose : Pendekatan dimana ada pihak ketiga yang membantu menyelesaikan masalah dan
                                        akhirnya kedua belah pihak mengalami kerugian. Misalnya contoh konflik antara 
                                        Dewi Persik vs Julia Perez dimana keduanya akhirnya dipenjara.
b.Dalam organisasi :
                i. Bargaining approach : tawar menawar antar dua pihak dengan menghilangkan hal yang
                                                          tidak penting agar tercapai kesepakatan.
                ii.Pendekatan birokratik : Bila tidak tercapai kesepakatan, keputusan kembali pada pemimpin.
                iii. System approach : Mengeliminasi perbedaan tujuan yang tidak mendukung tujuan awal dari
                                                         organisasi 

MATERI CINTA TANAH AIR
          1.Identitas bangsa : Untuk mencintai, harus mengenal dahulu identitas bangsa, hal ini
                                                       Berhubungan dengan cirri khas bangsa.
                2.Realitas bangsa : Sejelek apapun realitas bangsa kita, kita tetap harus membelanya dan
                                                      Berusaha memperbaikinya.
                3.Visi Berkebangsaan : Visi keTuhanan. Visi harus dapat mengangkat bangsa kta
                4.Wujud cinta : pengabdian kepada masyarakat.

PPP (Posisi, Potensi, Peran)
          Masyarakat memiliki 3 posisi yaitu :
1.       Ekonomi (posisi yang materialistic)
2.       Politik(posisi yang mementingkan Jabatan atau kekuatan)
3.       Sipil (posisi yang tidak mencari keuntungan)
Posisi mahasiswan adalah : “Masyarakat sipil yang terpelajar”
Potensi yang dimiliki mahasiswa meliputi :
1.       -Idealis
2.       -Independen
3.       -Networking
4.       -Kritis
5.       -Kreatif
6.       -Multidisiplin ilmu
7.       -Daya juang tinggi / semangat
Peran Mahasiwa adalah :
1.       Agent of Change
2.       Guardian of Value
3.       Iron Stock
4.       Role Model

Tri Dharma Perguruan Tinggi
1.       Pendidikan dan Pengajaran
2.       Penelitian dan Pengembangan
3.       Pengabdian Masyarakat

Budaya Kampus ITB
1.       Peduli lingkungan
2.       Integritas
3.       Diskusi
4.       Apresiasi
5.       Wawasan kebangsaan
6.       Inovasi
7.       Wirausahawan
8.       Dekat dengan masyarakat
9.       Dekat dengan alam
10.   Mau menjadi pemimpin
11.   Budaya menulis