Sunday, August 25, 2013

Resume Materi Hari Terakhir OSKM ITB 2013 (Bennedictus Bagustantyo 19913061)


1.       Hakikat dan Visi Hidup Berdasarkan Ke-Tuhanan
Hakikat hidup merupakan cara seseorang memandang dirinya sendiri. Sedangkan visi merupakan suatu pandangan ke depan tentang apa yang mau kita capai. Visi haruslah bersifat spesifik, dapat terukur, dapat tercapai, realistis, dan memiliki tenggat waktu. Tidak hanya itu, ada suatu dasar yang tidak boleh dilupakan dalam memiliki visi, yaitu visi kita haruslah berdasarkan asas ke-Tuhanan. Yakni, apa pun yang kita lakukan semua dipersembahkan kepada Tuhan. Mengapa? Karena kita merupakan makhluk ciptaan Tuhan dan suatu saat akan kembali untuk menghadap-Nya.
Kebebasan substansial merupakan kebebasan yang memiliki tanggung jawab, tidak  mengganggu hak orang lain, dan tidak melanggar  kearifan lokal.

2.       Kolaborasi
Kolaborasi merupakan kerja sama untuk mencapai tujuan  bersama. Hal ini diakibatkan karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan untuk melengkapi satu sama lain. Meskipun demikian, dalam kolaborasi tidak semua hal akan berjalan mulus sebagaimana dengan mestinya. Pada suatu titik,  maka kan timbul beragam konflik dalam melaksanakannya. Untuk melesaikan masalah dalam kolaborasi (manajemen konflik) ada beberapa cara, antara lain:
a.       Secara personal :
                                                               i.      win-win : merupakan pendekatan dengan hasil yang paling baik namun sulit dicapai karena kedua pihak menang dan mendapatkan apa yang diinginkan
                                                             ii.      Win-lose : Merupakan pendekatan yang sering terjadi pada kompetisi dimana salah satu kalah, dan satunya lagi akan menang. Hal ini dikarenakan kekuatan lebih besar yang dimiliki oleh pihak yang menang
                                                            iii.      Lose-lose : Pendekatan dimana ada pihak ketiga yang membantu menyelesaikan masalah dan akhirnya kedua belah pihak mengalami kerugian.
b.      Dalam organisasi :
                                                               i.      Bargaining approach : tawar menawar terhadap keadaan, dengan catatan bahwa terdapat sumber daya yang terbatas. Karenanya, kedua pihak alam menghilangkan hal yang tidak penting agar tercapai kesepakatan.
                                                             ii.      Birocrativ approach : Bila tidak tercapai kesepakatan, keputusan dikembalikan pada pemangku jabatan  (birokrat)
                                                            iii.      System approach : Hal ini dilakukan bila birokrat tidak lagi dipercaya, sehingga harus menghilangkan saling ketergantungan
Semua konflik tadi dikarenakan ada hambatan berupa perbedaan pendapat, waktu, dan biaya.

3.       Cinta Tanah Air
1.                   Identitas bangsa : Untuk mencintai, harus mengenal dahulu identitas bangsa Indonesia (Negara maritim, bendera merah-putih, dan sebagainya yang erhubungan dengan ciri khas bangsa)
2.                   Wujud cinta : Dapat berwujud nyata seperti pengabdian kepada masyarakat ataupun tidak langsung.
3.                   Realitas bangsa : Mengetahui realitas bangsa tidak hanya yang buruk, tetapi juga yang
4.                   Visi Berkebangsaan : Visi yang dimiliki harus dapat memajukan bangsa kta
                 
4.       Urgensi Kemahasiswaan
Budaya kampus merupakan segala sesuatu yang sudah menjadi tradisi dalam suatu kampus. Di ITB terdapat 11 budaya kampus yaitu: Peduli lingkungan, integritas akademik, diskusi, apresiasi, wawasan kebangsaan, inovasi, kewirausahaan, dekat dengan masyarakat, dekat dengan alam, mau jadi pemimpin, dan budaya menulis.
Terdapat tridarma perguruan tinggi yaitu:
1.       Pendidikan dan pengajaran
2.       Penelitian dan pengembangan
3.       Pengabdian masyarakat
Posisi mahasiswa adalah sebagai masyarakat sipil yang terpelajar. Selain masyarakat sipil, terdapat masyarakat politik dan ekonomi.
Potensi mahasiswa adalah idealis, independen, networking (relasi), kritis, kreatif, multidisiplin ilmu, dan memiliki daya juang yang tinggi.
Peran mahasiswa antara lain:
1.       Agent of change (Agen perubahan)
2.       Guardian of value (Penjaga nilai-nilai,  norma, dan kearifan local pada masyarakat)
3.       Iron Stock (Dianalogikan sebagai stok besi. Yaitu besi dapat ditempa seperti halnya mahasiswa yang harus menempa diri dengan belajar. Lalu,  besi dapat berkarat yang berarti bahwa mahasiswa berperan untuk menggantikan generasi yang sudah tua)
4.       Role Model (Panutan dan contoh pada masyarakat)
Ada  2 arah gerakan kemahasiswaan:
1.       Horizontal: Pengabdian masyarakat

2.       Vertikal: Melawan para pemangku jabatan

No comments:

Post a Comment