Wednesday, August 21, 2013

Resume Pola Pikir K3

Oleh: Bennedictus Bagustantyo
19913061

OSKM ITB 2013 kali ini mengajarkan para mahasiswa baru sebagai seorang yang terdidik untuk menerapkan sebuah pola pikir K3 (Kritis, Kreatif, dan Konstruktif). Hal ini seolah menjawab salah satu tantangan terbesar pendidikan kita yaitu dalam kemampuan berpikir tinggi (higher order thinking skills/HOTS). Berdasarkan data TIMMS 2007 (Trends in International Math and Science Survey), hanya 1 persen siswa Indonesia yang memiliki kemampuan berpikir advanced (mengolah informasi, membuat generalisasi, menyelesaikan masalah nonrutin, mengambil kesimpulan data). Bandingkan dengan siswa Taiwan, Korea, dan Singapura yang mencapai rata- rata di atas 40 persen. Tidak hanya itu, Indonesia tengah dilanda berbagai problematika kompleks yang membutuhkan solusi yang kreatif tanpa menimbulkan masalah baru. Karena itulah, Mahasiswa ITB sebagai calon pemimpin masa depan perlu menerapkan pola pikir K3 yang akan dijabarkan berikut ini.
Pola pikir pertama adalah Kritis. Kritis menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah sebuah sifat untuk tidak lekas percaya, selalu berusaha menemukan kekeliruan, dan menganalisa secara tajam suatu permasalahan. Contoh sikap kritis yang paling sederhana adalah mengemukakan pendapat objektif secara terbuka di depan khalayak. Hal ini berguna agar mereka yang dikritisi mengetahui letak kelemahan mereka tanpa menyerang mereka. Atau dengan kata lain berguna untuk membangun kekompakan dan kebersamaan.
Berikutnya adalah kreatif. Kreatif berarti memiliki kemampuan untuk menciptakan. Dengan kata lain kreatif berarti tidak hanya mampu untuk mencari jalan keluar, tetapi mampu menciptakan jalan keluar lain yang tidak biasa atau tidak mainstream atas suatu permasalahan. Berpikir kreatif itu sama halnya dengan berpikir out of  the box.
Mahasiswa yang kritis dan kreatif saja masih belum cukup untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa. Karenanya, masih dibutuhkan pola pikir yang ketiga yaitu konstruktif untuk dapat membangun apa yang dikritisinya. Jadi pola pikir konstruktif berarti mampu memberikan solusi tanpa menimbulkan masalah baru.

No comments:

Post a Comment