Friday, August 23, 2013

Resume K3L dan Seminar OSKM ITB 2013 (Bennedictus Bagustantyo 19913061)

Pada tanggal 23 Agustus 2013 para mahasiswa baru ITB 2013 mendapatkan penjelasan mengenai UPT K3L dan mengikuti seminar OSKM ITB 2013. Hal ini sangat berguna sebagai bekal kami untuk menjalankan aktivitas di kampus ITB ke depannya sekaligus sebagai pelajaran berharga untuk masa depan.
A.      UPT K3L (Keamanan, Ketertiban, Keselamatan, dan Lingkungan)
UPT K3L merupakan sebuah Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang bertanggung jawab atas segala hal yang berhubungan dengan keamanan, ketertiban, keselamatan, dan lingkungan di Institut Teknologi Bandung. UPT ini berada di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Organisasi Prof. Dr. Irawati, M.S.
Mengenai keamanan, ada beberapa hal yang dipaparkan. Keamanan sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti suatu keadaan yang bebas dari segala bahaya dan gangguan. Karenanya, keamanan merupakan salah satu komponen penting yang terdapat di ITB. ITB memiliki pegawai keamanan yang bertugas untuk menjaga keamanan di seluruh wilayah kampus. Hal ini agar semua sivitas akademika dapat melakukan segala kegiatannya dengan aman.
Kemudian mengenai ketertiban. ITB sebagai institusi pendidikan para calon pemimpin terbaik bangsa mempunyai peraturan yang mengatur mengenai ketertiban kampus. Terdapat konsekuensi apabila ketertiban dilanggar. Misalnya apabila terdapat mobil yang diparkir sembarangan, maka ban mobil akan digembok atau dikempesi oleh pihak ketertiban. Lalu ada peraturan bahwa tidak diperkenankan untuk ribut selama jadwal kuliah berlangsung, para pejalan kaki harus berjalan di selasar, dsb.
Keselematan merupakan salah satu hal yang paling diutamakan di ITB. Terdapat fasilitas yang disediakan demi keselamatan para sivitas akademika. Yaitu alat pemadam api ringan, Assembly point, dan video mitigasi bencana sebagai sosialisasi keselamatan diri.
Terakhir adalah mengenai lingkungan. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia harus mampu menjaga dan melestarikan lingkungan. Untuk mencapai tujuan tersebut,  ITB ini telah menyediakan tempat sampah di berbagai tempat. Lalu para mahasiswa juga diharuskan untuk menjaga fasilitas kampus seperti toilet, dan melindungi satwa-satwa alami di sekitar ITB.

B.      Seminar OSKM ITB 2013
Seminar OSKM ITB 2013 kali ini menghadirkan 4 narasumber yaitu Bapak Gita Wirjawan selaku Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, WANADRI, Ibu Tri Mumpuni, dan Riset Indie (Saska). Seminar dimoderatori oleh Putri Indonesia 2011, Maria Selena. Seminar dibuka oleh Sekretaris Jenderal OSKM ITB 2013 Benito, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Bapak Kadarsah Suryadi, dan Presiden KM ITB Nyoman Anjani.
Gita Wirjawan mengawali seminar dengan memberikan pidatonya. Dalam pidatonya, beliau mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang mengerti akan kondisi masyarakatnya. Kita sebagai pemimpin masa depan tidak boleh cepat menyerah menghadapi berbagai tantangan. Hal ini sesuai dengan share beliau sebagai ketua PBSI yang memotivasi para atlet bulu tangkis Indonesia dengan kalimat “If you want it, you will get it”. Selain itu, Gita Wirjawan juga berpesan untuk memajukan budaya bangsa kita, sebagai senjata ampuh membangkitkan perekonomian kita dengan terus mencintai produk dalam negeri dan menjaga kearifan lokal. Hal ini sangat berguna untuk menghadapi pasar bebas ASEAN pada tahun 2015. Suka tidak suka kita harus siap menghadapinnya. "We have to be nationalistic, but at the same time to be internationalist" kata Gita Wirjawan. Pesan penutup yang Gita Wirjawan berikan adalah kita sebagai generasi muda baru, calon pemimpin Indonesia, harus menjadi garuda yang garuda yang kreatif, terampil, berteknologi, dan memiliki semangat kebangsaan.
Seminar dilanjutkan oleh narasumber WANADRI yang diwakilkan Ilham Fauzi, Indra Hidayat, dan Ihsan. WANADRI merupakan kelompok pecinta alam tertua di Indonesia. Mereka memberikan wawasan betapa kaya negara kita. Selain itu, mereka juga berbagi pengalaman-pengalaman inspiratif mereka dalam melakukan berbagai pendakian. Sebagai aksi nyata menjaga keutuhan NKRI, Kelompok pecinta alam ini telah membuat dan memasang patung Soekarno dan Hatta di beberapa gunung di pulau-pulau terdepan Indonesia. WANADRI mewariskan nasionalisme dan semangat juang untuk mencapai puncak kepada semua mahasiswa baru ITB 2013.
Sesi ketiga seminar menghadirkan Ibu Tri Mumpuni, yang berhasil berjuang untuk memberikan listrik di 60 desa terpencil di selruh Indonesia. Beliau mengangkat tema “Integritas dan Kompetensi Alumni ITB untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa”. Pada intinya, Ibu Tri Mumpuni berpesan agar selalu menggunakan pengetahuan (logika) dan perasaan (empati) untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Isu kemanusiaan diangkat oleh Ibu Tri Mummpuni, misalnya pada faktanya 100 juta penduduk Indonesia di 33000 desa ternyata belum merasakan listrik. Banyak hal yang masih harus diperbaiki dan diperjuangkan, terutama sistem ekonomi yang sering salah kaprah. Diperlukan perbaikan visi pembangunan yang menuju akses manusia serta perubahan paradigma investasi berdasarkan asas kemanusiaan dan kesejahteraan.

Sesi seminar terakhir dilanjutkan dengan seminar dari Saska selaku CEO Riset Indie. Riset Indie sendiri merupakan lembaga yang melakukan berbagai penelitian di bidang teknologi, sosial, ekonomi, dan media. Ia berbagi kisah suka duka kuliah di ITB. Karenanya ia berpesan agar mahasiswa ITB harus dapat berkolaborasi untuk membuat sebuah karya. Pada realitasnya bukan hanya IP yang akan dilihat, namun apa yang dapat kita hasilkan dengan kedua tangan kita. Ia juga berbagi berbagai proyeknya yang mengalami jatuh bangun. Diantaranya: Polaroid dan Animatronic. Ia juga memaparkan mengenai"Angkot Day" pada tanggal 20 september 2013. Pada hari itu akan diadakan eksperimen sosial naik angkot kelapa Dag secara tertib, gratis, aman, nyaman, dan tanpa ngetem. Harapannya adalah ini bisa menjadi masukan pada pemerintah kota Bandung.

No comments:

Post a Comment