Dunia ini . . . penuh dengan
masalah. Mulai dari masalah umum, maupun masalah pribadi, seperti ditolak cewe
*eh*. Dari sekian banyak cara untuk menyelesaikan masalah, tentu saja ada cara
yang bagus dan efektif, ada juga cara yang tidak bagus dan tidak efektif, yang
hanya menambah masalah saja. Tentu saja kita pasti menginginkan cara yang efektif, yaitu cara yang mudah, dan juga tepat sasaran sehingga tidak menimbulkan persoalan baru.
Nah, bagaimanakah cara berpikir dan menyelesaikan masalah yang
bagus dan efektif, yang tidak menimbulkan masalah baru?
A. Kritis
Kritis itu artinya terbaring sakit di rumah sakit *eh**salah
pengertian*. Kritis itu artinya tidak cepat menerima sesuatu mentah mentah,
memperhatikan masalah dari segala jenis sudut pandang, mau dibilang kepo juga
boleh sih, walau kepo dan kritis itu beda. Orang yang kritis senantiasa
memperhatikan masalah dengan seksama, tidak mudah percaya dengan perkataan dan
pendapat orang lain sehingga tidak mudah dihasut dan dibelokkan ke jalan yang
salah. contoh: "Dip, liat diatas ada transformer!" "hah!?
*nengok keatas*" <<< nah, itu merupakan salah satu contoh
konyol bagaimana seseorang mudah percaya pada sesuatu yang konyol. Orang yang
kritis seharusnya tidak percaya pada suatu hal yang terlalu absurd seperti itu.
Contoh lainnya, yaitu melihat debat yang berlangsung di TV. Orang yang kritis
tidak akan langsung percaya, namun akan memastikan kebenaran dari pendapat
debat tersebut, apakah pendapatnya valid atau tidak, kreatif ato tidak, asbun ato tidak (re: asal bunyi), dll.
B. Kreatif
Kreatif itu identik
dengan berpikir "out of the box". Artinya, orang yang kreatif akan
dapat memikirkan hal-hal yang orang biasa tidak akan terpikir, walaupun idenya
sedikit absurd, huehue. Pola pikir kreatif ini sangat kita butuhkan untuk
memecahkan masalah. Apabila kita kreatif, maka kita bisa memecahkan masalah
dengan efektif. Contohnya pada masalah maraknya pengemis di Indonesia. terdapat
banyak pemecahan masalah seperti ditertibkan, dibuat pertaruran dan
undang-undangnya, dll. Namun, dengan pemikiran kreatif, bisa saja kita
memanfaatkan sumber daya manusia tersebut menjadi sumber daya yang sangat
produktif. Misalnya pengemis dijadikan petugas kebersihan. Selain pengemis
berkurang, lingkungan pun menjadi sangat bersih. Atau mungkin menjadi tenaga kerja di suatu perusahaan yang menjual jasa kepada pelanggannya. Setelah pengemis-pengemis tersebut dipekerjakan, kita bisa memberikan bantuan berupa pendidikan, layanan kesehatan, biaya hidup, dll. Dengan memanfaatkan sumber-sumber daya tersebut, angka pengangguran dan angka kemiskinan juga bisa ditekan sampai minimum.
C. Konstruktif
Inti
dari konstruktif itu adalah pegadaian. Apa maksudnya? maksudnya adalah
"menyelesaikan masalah tanpa masalah". Yak, langsung saja pada
contohnya. Salah satu dari penyelesaian masalah tentang pengemis bisa saja
dengan mengumpulkan para pengemis di suatu tempat dan di asapi biar nyawanya
menghilang *sesat banget sumpah* tapi tetap saja melakukan cara begitu akan
menimbulkan masalah yang sangat besar, termasuk HAM. memang, dengan begitu
banyak masalah teratasi, tetapi bukan berarti tidak banyak masalah yang muncul,
dan kita bisa kerepotan karenanya. Orang yang kreatif bisa saja mengalihkan
sumber daya yang belum terolah tersebut (re: pengemis) menjadi sumber daya yang
berkualitas dll.
Nah, kira-kira begitulah gambaran dari pola pikir yang bagus dalam memecahkan masalah-masalah yang ada di dunia ini para pembaca :D. Memang, untuk menerapkan ketiga hal tersebut pada diri kita butuh banyak perjuangan, dan selalu saja ada godaan dari berbagai sisi. Jangan sampai kita tergoda oleh hal-hal yang tidak berguna sehingga menutupi akan sehat kita dan hati nurani kita yang bersih O:). Godaan apa sajakah yang mungkin kita hadapi di kehidupan ini? ada beragam, misalnya pride (harga diri), Lust (hawa nafsu), ego, dll. Karena mungkin kita mempunyai harga diri yang tinggi, bisa saja kita menutup diri untuk terbuka terhadap segala kemungkinan. kita hanya akan menganggap bahwa diri kita sendirilah yang paling benar, padahal kita tidak mungkin selalu benar kan? pada suatu saat kita pun pasti akan membuat kesalahan. Oleh sebab itulah, kita harus rendah diri agar dapat menerapkan 3 pola pikir diatas. Lalu mengenai hawa nafsu, sebagai manusia, kita juga mempunyai hawa nafsu. Namun hawa nafsu tersebut juga bukan berarti boleh dibiarkan saja. Kita mutlak HARUS banget bisa mengendalikan hawa nafsu kita. Bila tidak, pasti akan terjadi banyak hal-hal kurang menyenangkan dalam kehidupan kita. Lalu mungkin yang paling sering adalah ego kita sob! banyak sih untungnya orang yang bisa mengeyampingkan ego mereka sampai minimum, tapi ada juga yang ga bisa nahan egonya, sehingga pola pikirnya kacau dan bikin repot orang lain aja. Insyaallah kalo udah bisa mengeyampingkan ego kehidupan akan semakin gampang sob :)). Jadi intinya, kita itu harus bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada di dunia ini dengan menerapkan pola pikir K3, yaitu Kritis, Kreatif, dan Konstruktif. Dijamin, apabila banyak orang bisa menerapkan prinsip pola pikir ini, kehidupan pasti akan jadi tentram, aman, damai sentosa.
Sekian resume tentang K3 yang bisa saya buat, semoga tidak
membosankan dan berguna bagi para pembaca. semoga saja negara Indonesia tercinta ini bisa terus maju dengan pola pikir K3. Stay cool and selow~ : v
Written by:
Pradipta P.N
16513087

No comments:
Post a Comment