Fitria Savitry Suhendra | FMIPA | 16013256
Pengisi : Gita Wiryawan (Menteri Perdagangan RI), Indra
Hidayat (Wanadri), Tri Mumpuni, Saska.
Kearifan lokal membawa misi orientasi. Masa prakemerdekaan Indonesia
adalah masa kontrapenjajahan, masa orde baru adalah masa kontrakomunis, dan
masa sekarang atau masa abad 21 di Indonesia adalah masa kontrakorupsi.
Mengapa? Masa depan suatu bangsa tidak relevan secara politik, ekonomi, social
atau secara apa pun tanpa kapasitas moral yang baik dan semangat-semangat
manusiawi seperti semangat untuk untuk memberantas korupsi.
Penduduk muslim di dunia ada sekitar 23,5% dari keseluruhan penduduk
dunia, jumlah yang lumayan banyak dan sangat memungkinkan untuk dapat menjadi superpower apabila ada kemauan, tetapi
Negara-negara islam hanya menguasai sekitar 9% dari keseluruhan perekonomian
dunia. Telah diketahui bahwa Indonesia adalah Negara dengan penganut agama
islam terbanyak di dunia. Dengan demikian, Indonesia juga memberi sumbangsih pada
perekonomian Negara-negara muslim di dunia dan itu sangat sedikit.
Bagaimana caranya agar bangsa Indonesia dapat menjaga stabilitas
perekonomiannya? Sebenarnya mudah saja. Pada dasarnya kemajuan ekoomimsuatau
bangsa dapat dilihat hanya dari dua
sudut, yaitu bagaimana bangsa itu dapat membawa kearifan local bangsanya, dan
bagaimana bangsa itu membawa jati diri bangsa itu di mana pun berada walau pun
itu di ranah Internasional.
Bgaimana caranya agar Indonesia dapat menjadi Negara yang keren? Ya
harus bisa meng-gangnam-kan diri. Gangnam sendiri ada empat yaitu
kemakmuran ekonomi, kesinambungan ekonomi, kekayaan budaya, dan kemajuan
ekonomi. Jika empat aspek gangnam tersebut
dilakukan, InshaAllah bangsa Indonesia bisa menjadi Negara keren. Aamiin.
Yang tidak kalah penting untuk Indonesia agar menjadi Negara yang
keren adalah Indonesia harus berbudaya “Bangga berbangsa” yang seharusnya sudah
mulai ditanamkan di dalam hati sejak usia dini. Mengapa demikian? Ya karena
memang generasi muda lah yang nantinya akan menjadi agent of change.
Indonesia membutuhkan pemimpin yang bisa menjawab tantangan-tantangan
pada zamannya.
“Jadilah garuda-garuda yang
kreatif, terampil, berteknologi, yang berpancasila, berbangsa, dan berkearifan
local. ” –Gita Wiryawan (Menteri Perdagangan RI).
Bagaimana agar dapat menjadi pemimpin yang baik? Harus sadar diri,
sadar lingkungan, dan sadar tujuan. Kekurangan yang melekat pada diri para
pemimpin Indonesia yang ada saat ini adalah kurang amanah. Mengapa hal ini
dapat terjadi? Senbenarnya manusia dipengaruhi oleh dua dalam dirinya, yaitu
pengetahuan (logika) dan perasaan (empati), kedua hal ini apabila tidak
di-sinkron-kan maka hanya akan menjadi manusia yang tidak seutuhnya manusia.
Maka dari itu, harus menjadi pemimpin atau intelek yang berintegritas, tidak
arogan, dan amanah. Sehingga dapat membangun ekonomi yang berdasarkan pada
wirausaha social, yaitu pelurusan visi pembangunan, perubahan paradigm
investasi, dan pembatasan pertumbuhan usaha.
Empower the people!
No comments:
Post a Comment