Nama: Denny
NIM: 16713145
Fakultas: FTI
Pada hari
Jumat, 23 Agustus 2013, panitia OSKM mengadakan acara seminar OSKM 2013 yang
diperuntukkan khusus untuk mahasiswa baru ITB 2013. Acara ini dimulai pada
pukul 09.00, tepatnya setelah kami menyelesaikan proyek angkatan kami. Acara
seminar ini diadakan di Gedung SABUGA. Sebagai pembuka, seminar ini diisi oleh
materi mengenai pengenalan K3L yang ada di ITB. K3L itu sendiri merupakan lembaga
ITB yang mengurusi Keamanan, Ketertiban, Keselamatan, dan Lingkungan di
lingkungan kampus ITB.
ª
Keamanan:
Keamanan di ITB terbilang cukup ketat karena kampus ITB dijaga oleh banyak
petugas satpam yang bekerja dengan system shift dan seragam yang berbeda-beda
sesuai dengan jadwal. Dalam tuganya, ITB memfasilitasi satpam tersebut dengan
dua mobil untuk melakukan patrol keliling.
ª
Ketertiban:
Ketertiban di ITB sangat tinggi. Aturan mengenai ketertiban ini tidak hanya
mengikat mahasiswa ITB saja, melainkan dosen pun demikian. Misalnya ketika kita
memarkirkan kendaraan tidak boleh di sembarang tempat. Apabila kitaa melanggar,
maka ban dari kendaraan kita mungkin akan dikempeskan.
ª
Keselamatan:
Keselamatan merupakan hal yang sangat penting.Oleh karena itu, ITB
menfasilitasi berbagai petunjuk dan rambu-rambu agar kita selamat ketika
berkuliah di ITB. Selain itu, ITB juga menyediakan alat pemadam kebakaran kecil
untuk mengantisipasi kebakaran yang mungkin membahayakan keselamatan kita.
ª
Lingkungan:
ITB telah memiliki banyak petugas kebersihan yang bertugas untuk menjaga
kebersihan lingkungan ITB. Namun, tugas menjaga kebersihan juga harus dilakukan
oleh mahasiswa dan dosen dengan membuang sampah di tempat yang telah disediakan
agar lingkungan ITB tetap bersih.
Setelah
pengenalan K3 selesai, dimulailah seminar OSKM 2013. Seminar OSKM 2013 kali ini
menghadirkan empat orang pembicara yang sungguh luar biasa dan berpengalaman di
bidangnya. Oleh karena itu, acara seminar ini dibagi menjadi empat sesi, yaitu:
·
Sesi I dengan pembicara Menteri Perdagangan
Indonesia, Bapak Gita Wirjawan.
·
Sesi II dengan pembicara dari tim WANADRI.
·
Sesi III dengan pembicara Ibu Tri Mumpuni.
·
Sesi IV dengan pembicara Kak Saska.
Namun, bukan
hanya itu saja. Selain menghadirkan empat pembicara yang luar biasa, seminar
OSKM ini juga menghadirkan Maria Selena, alumnus SBM ITB yang juga merupakan
Puteri Indonesia pada tahun 2011 sebagi moderator dalam seminar kali ini.
Sungguh menarik bukan? Lalu, apa saja yang dibahas dalam seminar kali ini?
ª
Sesi I
Pada seminar
OSKM sesi I diisi oleh Menteri Perdagangan Indonesia Bapak Gita Wirjawan. Dalam
seminarnya kali ini, beliau mengambil tema “Cinta Tanah Air”. Menurut beliau,
sebagai mahasiswa baru ITB 2013 harus memiliki semangat yang berbasiskan
kearifan lokal sebagai misi orientasi studi dan pantang menyerah untuk
mendapatkan yang kita inginkan (If you want it, you will get it). Hal ini
menjadi sangat penting karena saat ini Indonesia tengah terpuruk. Negara
Indonesia banyak didominasi oleh pihak asing, padahal Sumber Daya Alam
Indonesia sangat melimpah. Bayangkan, bangsa Indonesia sebenarnya menduduki
peringkat 15 perekonomian terbesar di duniakarena letaknya yang strategis.
Namun, sayangnya kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tersebut tidak
dapat dinikmati oleh rakyat Indonesia sendiri. Bahkan perekonomian yang
mencapai 360 triliun rupiah tersebut
sebagian besar sudah dikuasai oleh pihak asing. Hal ini disebabkan karena
banyaknya masyarakat Indonesia yang meninggalkan kebudayaannya sendiri. Oleh
karena itu, bangsa Indonesia membutuhkan pemuda-pemuda yang dapat menjawab
permasalahan ini dalam pencaturan politik seperti mahasiswa baru ITB 2013.
Menurut beliau, kita harus menjadi pemimpin yang memiliki kearifan lokal serta
dapat menjaga stabilitas politik, ekonomi, dan sosial agar bangsa Indonesia
terus dapat meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Indonesia membutuhkan pemuda
yang aktif untuk meng”garuda”kana tau meng”gangnam”kan kemahiran teknologi,
kesinambungan demokrasi, kekayaan budaya, dan kemajuan ekonomi. Beliau berpesan
bahwa mahasiswa ITB harus produktif dengan menjadi garuda-garuda yang kreatif,
terampil, melek teknologi dengan semangat kebangsaan dan menjunjung kearifan
lokal.
ª
Sesi II
Pada seminar
sesi kedua ini diisi oleh tim WANADRI yang terdiri dari Kak Indra Hidayat, Kak Ilham
Fauzi (sebagai ketua), dan Kak Ivan. WANADRI ini merupakan perhimpunan penempuh
rimba dan pendaki gunung sebagi media pembelajaran. WANADRI ini sendiri pernah
mendaki the 7 Summits dengan prestasi yang gemilang. Dalam pembicaraannya kali
ini, mereka membahas mengenai kondisi bangsa Indonesia yang sebenarnya sangat
luas dan kaya, baik dari segi daratannya maupun kelautannya. Karena itu,
Indonesia disebut Negara kepulauan sekaligus Negara kelautan. Negara Indonesia
ini sebenarnya sangat luas dengan berbagai macam budaya yang tersebar di
seluruh daerah. Namun, yang jadi permasalahan sehingga Indonesia terpuruk adalah
bahwa kebudayaan Indonesia saat ini mengalami pelunturan karena adanya
intervensi budaya asing. Bayangkan, sekarang ini banyak rakyat Indonesia yang
lebih mencintai kebudayaan Korea daripada kebudayaan sendiri. Kemudian,
permasalahan yang kedua adalah bencana yang terjadi di mana-mana seperti gunung
meletus atau pergeseran lempeng. Oleh karena itu, kita harus bangga dan kreatif
terhadp budaya sendiri agar bukan kita yang mengikuti kebudayaan asing, tapi Negara
asinglah yang mengikuti kebudayaan kita. Kemudian, kita juga harus menyebar ke
seluruh daerah di Indonesia agar kita dapat mengembangkan daerah terpencil agar
bencana dapat ditanggulangi. Sarannya adalah agar kita selalu sadar diri, sadar
lingkungan, dan sadar tujuan.
ª
Sesi III
Sesi ketiga
dibawakan oleh Ibu Tri Mumpuni. Beliau adalah aktivis dalam pemberdayaan
listrik di lokasi-lokasi di Indonesia. Dalam seminarnya, beliau mengambil tema “Integritas
dan Kompetensi Alumni ITB Untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa”. Menurut
beliau, alumni ITB harus memiliki integritas dan kompetensi yang baik agar
dapat membaca Indonesia dengan baik. Kedua hal tersebut terdiri dari
pengetahuan dan logika serta perasaan dan empati. Beliau mengatakan bahwa
Sumber Daya Alam yang melimpah di Indonesia ini menjadi tidak maksimal
dimanfaatkan karena kurang berkualitasnya pemimpin pada saat ini. Oleh karena
itu, sebagai calon pemimpin bangsa, kita dituntut untuk menjadi pemimpin yang
berintegritas agar kita dapat mengolah anak-anak bangsa melalui pendidikan dan
tidak mementingkan kepentingan pemilik modal saja dalam investasi serta menjadi
manusiawi. Solusi yang ditawarkan beliau dari permasalahan tersebut adalah
dengan menjadi wirausaha social yang melakukan setiap pekerjaan yang disukainya
dengan baik.
ª
Sesi IV
Sesi keempat diisi
oleh Kak Saska yang mengambil tema mengenai badan penelitian yang sedang
diikutinya yaitu Riset Indie. Riset Indie ini merupakan lembaga penelitian yang
bergerak di bidang social, ekonomi, dan media. Di dalam seminarnya, beliau
mengatakan bahwa mahasiswa harus ikur berpartisipasi aktif dalam setiap
kegiatan, baik yang ada di luar kampus maupun di dalam kampus, misalnya dengan
mengikuti unit. Beliau menceritakan mengenai pengalaman dirinya sendiri
mengenai kegiatannya selama berkuliah di ITB. Beliau mengatakan bahwa dengan
mengikuti kegiatan-kegiatan, kita akan mendapatkan pengalaman yang berharga.
Selain itu, dengan aktif pula di luar kampus, kita dapat mengabdi kepada
masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada saat ini. Misalnya
saja seperti penelitian yang akan dilakukan oleh Riset Indie mengenai Angkot
Day di daerah Dago untuk mengetahui minat penumpang untuk naik angkot ketika
sedang “ngetem” atau tidak. Dengan adanya penelitian yang akan dilakukan pada
tanggal 20 September mendatang, diharapkan dapat mengurangi kemacetan jalan
raya yang disebabkan oleh angkot yang ngetem. Kemudian, beliau juga mengatakan
bahwa dalam melakukan sebuah penelitian atau proyek dibutuhkan kolaborasi dari
beberapa bidang ilmu. Oleh karena itu, hubungan antar mahasiswa dan teman
menjadi sangat penting untuk membantu menyelesaikan segala permasalahan yang
ada.
Itulah
informasi-informasi yang berkaitan mengenai Seminar OSKM 2013. Semoga hal ini
dapat sangat bermanfaat bagi seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa baru ITB
2013. Untuk Indonesia!
No comments:
Post a Comment