Sunday, August 25, 2013

Resume Materi 24 Agustus 2013

        Pada tanggal 24 Agustus 2013, kami anggota kelompok 76 beserta kelompok lainnya mendapatkan materi yang sangat berkualitas. Materi-Materi tersebut adalah:
A. Visi Berlandaskan Ketuhanan
B. Materi Kolaborasi
C. Cinta Tanah Air
D. Organisasi Kemahasiswaan

A. Visi Berlandaskan Ketuhanan

        Seperti yang kita tahu, kita tidak bisa hidup dengan sendirinya. Dunia ini bukan sulap yang bisa memunculkan dan menghilangkan sesuatu. Segala sesuatu di dunia ini tentu memiliki pencipta, dan pencipta kita adalah Allah SWT. Kita mungkin pernah bertanya, "apakah tujuan kita hidup di dunia ini? mengapa kita yang diciptakan dan bukan orang lain?" kira-kira seperti itulah pertanyaan yang dapat terbesit di kepala kita. Nah, agar hidup kita memiliki tujuan, dan bukan hanya kekosongan belaka, maka kita harus memiliki visi hidup yang berlandaskan ketuhanan. Kita pun akan kembali ke Rahmatullah, jadi visi berlandaskan ketuhanan harus kita terapkan

B. Materi Kolaborasi

        Materi tentang kolaborasi yang kami terima dibagi menjadi 2 kategori, yaitu pendekatan masalah dan hambatan dalam kolaborasi

B. I.        Pendekatan masalah masih dibagi menjadi 2 kategori, yaitu Individu dan Kelompok.

1. Individu
      Penyelesaian masalah secara individu ada 3 cara, yaitu Win-Win Solution, Win-Lose Solution, dan Lose-Lose Solution. Win-Win Solution adalah solusi dimana kedua belah pihak yang sedang bersengketa berunding sehingga kedua-duanya menang. Solusi ini sangat dianjurkan kepada kelompok yang sedang bersengketa, namun sangat sulit untuk merealisasikan solusi ini. Win-Lose solution adalah solusi dimana salah satu pihak menang dan pihak yang lain kalah. Basanya, solusi ini terjadi pada sistem kompetisi dan lomba. Lose-Lose solution adalah solusi dimana kedua belah pihak tidak ada yang menang dikarenakan ada pihak ketiga yang mendamaikan atau menyelesaikan keduanya. Pihak ketiga ini juga terkadang mengambil keuntungan dari sengketa pihak yang bersengketa.

2. Kelompok
        Penyelesaian masalah secara kelompok dibagi menjadi 3 bagian juga, yaitu bargaining approach, bureaucratic approach, dan system approach. Bargaining approach adalah pendekatan yang terjadi dengan tawar menawar dengan keadaan dikarenakan keterbatasan sumber daya. Misalnya ada antrian sembako, dan yang mengantri ada anak muda, dan lansia. Dikarenakan lansia memiliki fisik yang lemah dibanding anak muda, maka pihak panitia mendahulukan lansia daripada orang muda. Bureaucratic approach adalah pendekatan yang terjadi apabila bargaining approach gagal. Misalnya ada dua divisi bawahan di sebuah lembaga. Kedua divisi itu memiliki masalah yang tidak dapat diselesaikan, maka atasan mereka akan membuat keputusan atas masalah kedua divisi tersebut. System approach terjadi bila kedua pendekatan sebelumnya tidak berhasil, yaitu dengan menyerahkan permasalahan ke sistem yang berlaku di lembaga tersebut. Hal ini bisa terjadi bila bawahan tidak mau lagi diperintah oleh atasan. Contoh dari system approach adalah mengeliminasi perbedaan tujuan, dan mengurangi ketergantungan divisi.

B. II.      Hambatan

        Disetiap kolaborasi tentu saja terdapat hambatan. Hambatan tersebut dapat berupa keahlian, waktu, biaya, dan kompetisi. Keahlian dijadikan suatu hambatan karena dalam suatu proyek yang membutuhkan kolaborasi, proyek tersebut akan membutuhkan keahlian yang berbeda-beda. Mencari orang dengan keahlian yang dibutuhkan dan visi yang sama bisa menjadi hambatan. Lalu waktu pun bisa menjadi hambatan. Mengapa? karena setiap orang terkadang memiliki urusan masing-masing yang bisa jadi lebih penting dari proyek tersebut. Menyesuaikan waktu bisa jadi sangat sulit, sehingga menghambat progress proyek tersebut. Lalu hal yang menjadi hambatan terbesar adalah biaya. Tidak sedikit pengusaha yang bangkrut dikarenakan masalah biaya, tidak sedikit pula proyek penmas yang terhenti dikarenakan kendala biaya. oleh sebab itu, masalah biaya adalah masalah yang tidak boleh diremehkan. Terakhir adalah hambatan dikarenakan kompetisi dalam satu tim. Istilahnya bisa menjadi musuh dalam selimut, karena kedoknya bekerjasama dengan kita, namun niatnya menggerogoti kerjasama tim.

C. Cinta Tanah Air

        Sebagai warga negara Indonesia yang baik kita harus memiliki rasa cinta tanah air. Cinta tanah air itu bisa diwujudkan dalam bentuk:
  • Identitas Bangsa
  • Perwujudan
  • Realitas Bangsa
  • Visi Berkebangsaan
C. I.     Identitas Bangsa
       Kita sebagai warga negara indonesia seharusnya mengenali hal yang menjadi identitas bangsa kita. Dalam hal ini, identitas bangsa kita adalah bendera merah putih, burung garuda, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan hal-hal lain yang hanya kita yang memiliki. Apabila kita tidak mengenali identitas bangsa kita, kita tidak bisa menyebut diri kita cinta tanah air.

C. II.    Perwujudan Cinta Tanah Air
           Setelah kita mengenal identitas bangsa kita sendiri, saatnya mewujudkan rasa cinta tanah air kita. Kita bisa memulai dengan hal-hal kecil seperti hormat ketika mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya, Berinteraksi dengan masyarakat sekitar kita, dan mulai menyusun rencana akan jadi apa kita untuk bangsa ini.

C. III.   Realitas Bangsa
           Tidak ketinggalan, kita pun harus mengetahui kondisi atau realitas bangsa ini. Misalkan terjadi banyak korupsi, inflasi, pencurian, kriminal, dll. Namun hal itu jangan menjadi alasan kita untuk menjelek-jelekkan bangsa. Justru jadikanlah realitas bangsa untuk mengobarkan api semangat yang ada di dada kita. Biarkan api itu menyala dan memberikan visi untuk memajukan bangsa ini.

C. IV.   Visi Berkebangsaan
       Layaknya para pejuang kemerdekaan yang berjuang mati-matian demi satu visi yaitu Indonesia merdeka, kita pun harus memiliki visi berkebangsaan, atau patriotisme, atau juga nasionalisme. Jangan sampai kemerdekaan yang susah payah direbut para pahlawan kita menjadi sia-sia karena terjajah oleh budaya bangsa lain. HIDUP BUDAYA INDONESIA!

           Nah, diatas sudah dijelaskan 4 hal mengenai cinta tanah air. Selanjutnya, kita harus mengenal diri kita. Kita harus mengetahui posisi, potensi, dan peran kita sebagai mahasiswa.
  • Posisi masyarakat itu ada 3, yaitu Masyarakat Ekonomi (Masyarakat yang berkecimpung untuk mendapatkan kekayaan untuk pribadi), Masyarakat Politik (Masyarakat yang berkecimpung di dunia politik), dan Masyarakat Sipil (Masyarakat yang mengabdikan diri pada masyarakat sekitarnya). Posisi mahasiswa disini adalah sebagai Masyarakat Sipil Terpelajar (dikarenakan mahasiswa mengikuti hati nuraninya untuk bekerja membantu masyarakat, dan merupakan posisi tertinggi dari pelajar.)
  • Potensi Mahasiswa ada 7, yaitu idealis, independen, networking, kritis, kreatif, multi disiplin ilmu, dan energetic.
  • Peran Mahasiswa ada 4, yaitu agent of change yang membawa perubahan bangsa ini, guardian of value yang menjaga moralitas dan nilai-nilai bangsa ini, iron stock sebagai penerus bangsa Indonesia menggantikan generasi tua, dan role model sebagai panutan terhadap bangsa kita.
D. Organisasi Kemahasiswaan

        Terdapat filsafah tentang kemahasiswaan yang dicetuskan oleh Moch Hatta, yaitu "Untuk membentuk masyarakat yang susila dan demokrat". Sebagai awal materi organisasi, ada yang disebut dengan pergerakan kemahasiswaan. Pergerakan kemahasiswaan dibagi menjadi 2 kategori, yaitu vertikal dan horizontal.
Pergerakan Vertikal: yaitu pergerakan kemahasiswaan yang ditujukan kepada para petinggi, seperti direktorat, DPR, Pemerintah, dsb.
Pergerakan Horizontal: yaitu pergerakan kemahasiswaan yang ditujukan kepada masyarakat sekitar untuk membantu menyelesaikan permasalahan di sekitar

D.I.       Tri Dharma Perguruan Tinggi
  • Pendidikan dan Pengajaran
  • Penelitian dan Pengembangan
  • Pengabdian Masyarakat
D.II.      Budaya Kampus
  • Peduli Lingkungan
  • Integritas Akademik
  • Diskusi
  • Appresiasi
  • Wawasan Berkebangsaan
  • Inovasi
  • Kewirausahaan
  • Dekat dengan masyarakat
  • Dekat dengan alam
  • Mau jadi pemimpin
  • Budaya menulis

No comments:

Post a Comment